Pada Masa-masa Kehamilan Ibu Bisa Mencegah Alergi Pada Anak
Kejadian alergi sebanyak 30-40% yang terjadi di Populasi dunia menurut World Health Organisation (WHO). Dari banyaknya macam-macam alergi, dilihat dari garis besar, alergi bisa berupa dari makanan atau minuman, dan sesuatu yang terhirup.
Banyak faktor yang membuat seseorang bisa mengalami alergi, menurut Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. SpA(k), M Kes, mengatakan seperti misalnya ada riwayat alergi pada keluarga. Ibu dengan alergi berisiko tinggi dan juga anaknya yang lahir memiliki alergi. Kemudian, kelahiran secara sesar. Dibandingkan dengan lahir normal, ternyata lahir secara sesar memiliki risiko alergi lebih tinggi.
"Salah satu faktor adalah riwayat keluarga. Apabila kedua orangtua mempunyai alergi, itu si anak punya risiko kena alergi 40-60 persen. Meningkat 80 persen jika kedua orangtua mempunyai alergi yang sama. Tak ketinggalan, salah satu faktor seseorang bisa alami alergi adalah dari asap rokok, dan masih banyak lagi faktor lainnya," katanya kepada AkuratHealth, dibilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (10/4).
Alergi terjadj karena suatu respon dari sistem kekebalan tubuh yang tidak normal. Prof Budi mengatakan, terjadinya alergi pada seseorang bisa ditekan risikonya sejak ibu memasuki fase kehamilan.
"Bumil bisa makan apa saja, tidak ada pantangan apapun selama tidak alergi apa-apa, dan pastikan gizi terpenuhi. Kalau sudah lahir, anak diberikan ASI. Umur enam bulan segera diberikan makanan padat dengan nutrisi yang baik. Dengan pemenuhan gizi yang baik, saat hamil dan MPASI, tentunya daya tahan tubuh anak, tumbuh kembang anak, akan lebih optimal, sehingga risiko alergi bisa semakin ditekan," jelasnya.
"Lingkungan yang dipastikan untuk dihindari adalah asap rokok. Kalau tidak dapat ASI, bisa diberikan susu formula hidrolisat. Apabila tidak mendapat susu formula amino, karena alasan mahal dan lain sebagainya, bisa diganti susu formula kedelai. Efek samping susu kedelai ternyata hasil penelitian tidak ada. Dan untuk soya atau susu kedelai ini juga aman untuk tumbuh kembang anak," tutupnya.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment