Denmark Tak Mau Minta Maaf Perihal Kartun Bendera China, Ini Alasannya
China meminta agar Denmark meminta maaf atas adanya gambar kartun satir yang dipublikasikan pada surat kabar Denmark. Pantas saja jika China meminta agar Denmark meminta maaf, sebab dalam gambar kartun yang dibuat oleh Niels Bojesen itu terlihat bintang yang terdapat pada bendera China diganti menjadi gambar Virus Corona.
Hal tersebut dianggap sebuah penghinaan besar untuk China oleh Kedutaan Besar China di Denmark. Kepala editor Jyllands-Posten, Jacob Nybroe, bersikeras bahwa apa yang dimuat korannya tidak mengolok-olok situasi.
"Kami tidak dapat meminta maaf atas sesuatu yang kami pikir tidak salah. Kami tidak berniat merendahkan atau mengejek, kami juga tidak berpikir bahwa gambarnya merendahkan. Sejauh yang saya bisa lihat, ini adalah tentang berbagai bentuk pemahaman budaya," kata Nybroe, dilansir dari laman BBC, Kamis (30/1).
Warga Denmark pun turun gunung membela koran Jyllands-Posten di Twitter. Pembelaan juga datang dari politisi Denmark hingga Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, yang menegaskan negaranya memiliki kebebasan berekspresi.
"Kami memiliki kebebasan berekspresi di Denmark-termasuk juga untuk menggambar," kata Frederiksen, dilansir dari laman BBC, Kamis (30/1).
Di media sosial, warga China membalas tindakan Denmark dengan mengejek mereka lewat meme yang menunjukkan bagaimana Denmark menyerah dalam waktu 4 jam pada Perang Dunia II.
Ini bukan pertama kalinya gambar di media Denmark memicu kemarahan. Pada tahun 2005, karikatur Nabi Muhammad memicu kemarahan muslim di seluruh dunia. Beberapa kedutaan Denmark diserang dan negara-negara Arab memboikot barang-barang Denmark.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment